Kontribusi Besar Impor Migas Terhadap Defisit Neraca Perdagangan, Ini Respon Ketua DPR

Kontribusi Besar Impor Migas Terhadap Defisit Neraca Perdagangan, Ini Respon Ketua DPR
Bambang Soesatyo

IndoUpdate.net - Terkait impor minyak dan gas bumi (migas) yang berkontribusi besar terhadap defisit neraca perdagangan pada April 2019 lalu, sementara itu ekspor migas turun 37% dibandingkan pada April 2018, salah satunya disebabkan karena hasil eksplorasi minyak yang dilakukan Pertamina di luar negeri dan dibawa ke dalam negeri tercatat sebagai barang impor, Ketua DPR:

a.    Mendorong PT. Pertamina mengoptimalkan terlebih dahulu penyerapan minyak mentah dari dalam negeri yang seharusnya diperuntukkan sebagai keperluan ekspor, untuk dikelola di kilang minyak dalam negeri, sebagai salah satu upaya untuk menurunkan nilai impor migas;

b.    Mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memperhatikan dampak nilai ekspor migas dalam menekan defisit neraca perdagangan;

c.    Mendorong PT. Pertamina untuk rutin mencatat hasil investasi Pertamina di luar negeri dalam neraca pendapatan primer, agar dapat mengurangi jumlah defisit pada neraca pendapatan primer yang selama ini mengalami defisit dengan jumlah yang besar;

d.    Mendorong PT. Pertamina untuk dapat memproduksi avtur dan solar dari minyak mentah yang diproduksi dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), sehingga dapat mengurangi jumlah impor pada dua bahan bakar tersebut, mengingat pemerintah berencana mengurangi impor avtur dan solar pada Juni 2019.